Sabtu, 24 Agustus 2019

Puisi: The Princess Rose Trilogy


The Princess Rose Trilogy


Tersebutlah seorang Putri Mawar
Beranjak dari belia ke usia dewasa
Semerbak mewangi aromanya, mengundang kumbang untuk mekar
Di pagi hari itu, di sapu angin bercampur embun, di kala mentari tiba

Hai Princess Rose
Ini ceritamu, tiga pemuda, dan pangeran berkuda
Yang secara sengaja di pertemukan oleh Sang Maha
Mereka mengitari kuntum, karena begitulah paras
Tiada seorang pun mampu menghindarinya
Terpikat dan tak bisa lepas

Katakanlah tiga lelaki itu adalah kumbang
Berikan mereka nama
Kumbang sahabat, kumbang kagum, dan kumbang cinta
Kau pernah berbagi, kau mengaguminya, dan pernah menjalin asmara

Melewati anugerah dari Pencipta Semesta
Dengan anggunmu yang tak pudar, dari wajahmu yang tak berdosa
Pantas kalbu jejaka itu jatuh kepadamu
Begitu mendamaikan, sampai mereka tak kuasa menunggu
Lalu, dongeng ini hanya terus berputar di tempat dalam kurun yang lama
Tanpa ada kepastian, entah itu dari mereka atau justru darimu

Hari demi hari pun berlalu
Satu per satu pun menghilang
Akhirnya, kalian menjadi sejarah
Tapi tidak dengan kumbang sahabat, ia masih berdiri tegap terarah
Menanti kasih yang fana

Namun ia baru sadar, fiksi itu ternyata benar
Pangeran berkuda itu datang, menjemput dan melamar
Tak butuh waktu, hanya perlu ikrar
Mereka pun mengucap janji bersama

Bersuka citalah wahai Putri Mawar
Akhir yang kau impikan, bukan?
Sebentar lagi, senja surya kan kembali ke peraduan
Si kumbang sahabat bergegas, beranjak pergi
Matanya berbinar, dalam satu hembusan
Ia tersenyum dalam tangisan

Kau tahu
Trilogi ini seperti permulaan surah Al Baqarah
Alif, Lam, Mim 
Maknanya, hanya Allah yang tahu

Created by Nanda Supriadi Siregar



2 komentar:

Essai: Buku dan Kesuksesan, Dua Sisi yang Berkaitan

Essai ini saya tulis ditahun 2013, keluar sebagai juara 1 dalam lomba essai dengan tema “buku” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya...