Tulisan terbaik yang pernah saya tulis di tahun
2013, tulisan ini keluar sebagai juara 1 dalam lomba menulis
artikel dengan tema “matematika” yang diselenggarakan Fakultas MIPA Universitas
Andalas se-Sumatera.
Matematika Mengubah Peradaban Manusia
Oleh:
Nanda Supriadi Siregar
Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah matematika
adalah penyelidikan terhadap asal mula penemuan di dalam matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode
dan notasi matematika pada masa silam.
Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke
seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah
mengalami kemilau hanya di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno yang
telah ditemukan adalah Plimpton
322 (matematika
Babilonia sekitar 1900 SM),
Lembaran
Matematika Rhind (Matematika
Mesir sekitar 2000-1800 SM), dan Lembaran
Matematika Moskwa (matematika
Mesir sekitar 1890 SM).
Semua tulisan itu membahas teorema yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi pengembangan matematika tertua
dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.
Dari zaman kuno melalui zaman pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali
diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad
Renaisans Italia pada abad ke-16, pengembangan matematika baru,
berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat pada pertumbuhan
eksponensial yang berlanjut
hingga kini.
Apakah matematika itu? Hingga saat ini belum ada
kesepakatan yang bulat di antara para matematikawan tentang apa yang disebut
matematika itu. Untuk mendeskripsikan definisi kata matematika para
matematikawan belum pernah mencapai satu titik “puncak” kesepakatan yang
“sempurna”. Banyaknya definisi dan beragamnya deskripsi yang berbeda
dikemukakan oleh para ahli, hal itu disebabkan oleh ilmu matematika itu
sendiri, di mana matematika termasuk salah satu disiplin ilmu yang memiliki
kajian sangat luas sehingga masing-masing ahli bebas mengemukakan pendapatnya
tentang matematika berdasarkan sudut pandang, kemampuan, pemahaman, dan
pengalamannya masing-masing. Oleh sebab itu matematika tidak akan pernah
selesai untuk didiskusikan, dibahas maupun diperdebatkan. Penjelasan mengenai
apa dan bagaimana sebenarnya matematika itu, akan terus mengalami perkembangan
seiring dengan pengetahuan dan kebutuhan manusia serta laju perubahan zaman.
Matematika dalam sudut pandang Andi Hakim Nasution yang
diuraikan dalam bukunya, bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani,
mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan
yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti
kepandaian, ketahuan, atau intelegensia. Dalam bahasa Belanda, matematika
disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar (hal ini sesuai
dengan arti kata mathein pada matematika).
Sedangkan orang Arab, menyebut matematika dengan ilmu
al-hisab yang berarti ilmu berhitung. Di Indonesia, matematika disebut dengan
ilmu pasti dan ilmu hitung. Sebagian orang Indonesia memberikan plesetan
menyebut matematika dengan “matimatian”, karena sulitnya mempelajari
matematika. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan satu cabang matematika
elementer yang disebut aritmetika atau ilmu hitung yang secara informal dapat
didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yang bisa langsung
diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, 1, -1, 2, – 2, …, dst, melalui
beberapa operasi dasar: tambah, kurang, kali dan bagi.
Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian
pola dari struktur, perubahan, dan ruang, tak lebih resmi, seorang mungkin
mengatakan adalah penelitian bilangan dan angka. Dalam pandangan formalis,
matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak
menggunakan logika simbolik dan notasi matematika, pandangan lain tergambar
dalam filosofi matematika. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan, hubungan antara
bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah
mengenai bilangan.
Berbicara
tentang Matematika tak akan pernah terlepas dari kehidupan. Karena hampir dalam
setiap aktivitas sehari-hari entah disadari atau tidak, kita pasti menggunakan
Matematika. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Oleh karena
itu, Matematika menjadi salah satu pelajaran terpenting yang harus dikuasai
oleh setiap orang yang ingin meraih sukses dalam kehidupannya. Dalam keahlian
bermatematika kita dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah dengan benar,
sekaligus kita diberi kebebasan untuk menjawab dengan berbagai cara asalkan
jawabannya benar dan dengan cara yang benar. Seperti kata pepatah, “Banyak
jalan menuju Roma”. Namun, jika caranya salah atau salah dalam menuliskan satu
angka saja hasil akhirnya juga salah. Disini kita diminta untuk jujur dalam
menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang benar dan teliti.
Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai
matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media
melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu
menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan
gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika
sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari
Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada
pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan
dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan Aljabar dalam kehidupan
sehari-hari.
Pembelajaran matematika secara formal umumnya
diawali di bangku sekolah. Sementara itu, matematika di sekolah masih menjadi
pelajaran yang menakutkan bagi para siswa. Di antara berbagai faktor yang
memicu hal ini adalah proses pembelajaran yang kurang asyik dan menarik. Model
pembelajaran yang sering di temui pada pembelajaran matematika adalah proses
pembelajaran bercorak “teacher centered”, yaitu pembelajaran yang berpusat pada
guru. Sehingga guru menjadi pemeran utama dan kehadirannya menjadi sangat
menentukan. Pembelajaran menjadi tak dapat dilakukan tanpa kehadiran guru.
Siswa cenderung pasif dan tidak berperan selama proses pembelajaran. Sehingga
proses yang muncul adalah “take and give”. Dalam merangkai pembelajaran, guru
pada umumnya terbiasa dengan model standar, yakni pembelajaran yang bermula
dari rumus, menghapalnya, kemudian diterapkan dalam contoh soal.
Model
pembelajaran yang demikian tidak memberi ruang bagi siswa untuk melakukan
observasi (mengamati), eksplorasi (menggali), inkuiri (menyelidiki), dan
aktivitas-aktivitas lain yang memungkinkan mereka terlibat dan memahami
permasalahan yang sesungguhnya. Model seperti ini yang mengakibatkan matematika
bak kumpulan rumus yang menyeramkan, sulit dipelajari, dan nampak abstrak.
Kesulitan
Belajar adalah suatu kesulitan pada anak yang terutama disebabkan karena
gangguan neurologis sehingga mempengaruhi kemampuan untuk menerima, memproses,
menganalisis atau menyimpan informasi. Pada anak dengan kesulitan belajar yang
dimaksud, permasalahannya tidak hanya disebabkan karena masalah pendengaran,
penglihatan, kemampuan morotik, hambatan emosi atau karena tekanan dari
lingkungan tetapi juga oleh faktor neurologis.
Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S. dari bagian
Psikologi Perkembangan Anak Fakultas Psikologi UGM mengatakan anak yang
berkesulitan belajar belum tentu mempunyai kecerdasan yang kurang memadai,
tetapi karena kondisi anak tersebut harus berjuang untuk dapat mencapai
prestasi seperti anak di usia mereka terutama untuk memenuhi tuntutan sekolah.
“Oleh
karena kesulitan yang dialami tersebut, anak yang berkesulitan belajar seringkali
mengalami hasil belajar rendah dibanding dengan kemampuan intelektual yang
dimilikinya,”ujar Adiyanti pada Seminar Memahami Potensi Anak Berkesukaran
Belajar Dalam Tinjauan Neurologis dan Psikologis, Jumat (24/2) di Fakultas
Psikologi UGM.
Seiring dengan berkembangnya peradaban dunia,
kompleksnya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal dan
mampu berkompetisi. Pada abad 21 Ini diramalkan akan lebih banyak lagi
pekerjaan yang memerlukan keterampilan tingkat tinggi yang melibatkan pemikiran
kritis, pemecahan masalah, penyampaian gagasan, dan kerjasama yang efektif.
Matematika merupakan raja sekaligus pelayan bagi
ilmu-ilmu lainnya. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sekarang
ini tidak terlepas dari adanya campur tangan matematika. Sebagai contoh adalah
penggunaan logika matematika sebagai dasar bahasa pemrograman, struktur data,
kecerdasan buatan, sistem digital, basis data, teori komputasi, rekayasa
perangkat lunak, jaringan saraf tiruan dan lainnya yang mempergunakan logika
secara intensif. Selain itu, ada pula penggunaan lain dari matematika terhadap
perkembangan TIK, yaitu penggunaan algoritma untuk menghemat ukuran file serta
dalam pemrograman komputer, penggunan segitiga pascal dalam program turbo
pascal, dan lain sebagainya. Masih banyak lagi sumbangan matematika dalam
perkembangan TIK yang merupakan dasar ilmu computer.
Jadi,
kemajuan peradaban manusia tidak lepas dari peranan ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK). Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan IPTEK yang demikian
pesat telah mengantarkan kita menuju dunia baru, dunia matematika. Matematika sebagai
raja dari bebagai ilmu memiliki peranan yang cukup besar dalam mewujudkan dunia
baru itu. Demikian besar peranan matematika dalam kehidupan ini sehingga tak
ada satupun aktivitas manusia yang tidak diwarnai oleh matematika. Karena
itulah Kline (dalam Liennawaty) menyatakan bahwa “Jatuh bangunnya suatu negara
dewasa ini tergantung pada kemajuan di bidang matematika”.